Menu

PT Solid Gold Berjangka | Pusat

Perusahaan Pialang Terbesar

Blog Component

PT Solid Gold Berjangka | Alasan Umbar Foto Bugil Sendiri di Media Sosial

August 28, 2017

Solid Gold | Jakarta Berbagi foto bugil di media sosial seringkali terjadi di kalangan selebriti atau pengguna media sosial lainnya. Ketika foto bugil tersebar, komentar akan membanjiri foto bugil tersebut.
Ada pula warganet yang senang mengumbar foto bugil. Lantas mengapa seseorang berani mengunggah foto bugil?

Dilansir dari Pulse, Rabu (23/8/2017), adanya keinginan terhadap pengakuan sosial bisa menjadi alasannya. Ron Kramer, seorang dosen sosiologi senior di University of Auckland, New Zealand mengungkapkan, cara seseorang mengakses teknologi akan mengubah perilaku.

Media sosial bisa mengubah cara berpikir mengenai diri sendiri dan orang lain. Beberapa penelitian menunjukkan, adanya narsisme di balik keinginan seseorang untuk berbagi foto secara daring (online).

Kebanyakan seseorang menganggap, foto bugil yang diunggah demi mendapatkan pengakuan sosial. Pengakuan sosial ini dalam bentuk keinginan memeroleh perhatian dari orang lain.


Pengaruh sosial

Unggah foto bugil di media sosial bisa juga dipengaruhi lingkungan sosial. Beberapa orang menganggap rekan kerja mereka bisa memengaruhi perilaku dirinya sendiri.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan di Techcrunch, jika seorang rekan memasang foto bugil, maka rekan lain yang melihat unggahan foto bisa saja ikut mengunggah foto serupa.

Hal yang dilihat dari kacamata psikologi ini bisa memengaruhi semua perilaku manusia.

 

Baca juga Artikel - artikel Keren & Terupdate kami lainnya di :

Wordpress : Solid Gold
Blogspot : PT Solid Gold Berjangka
Blogdetik : Solid Gold
Weebly : Solid Gold Berjangka
Strikingly :Solid Gold
Wixsite : PT Solid Gold Berjangka
Jigsy : Solid Gold Berjangka
Spruz : PT Solid Gold Berjangka

 

PT Solid Gold Berjangka | Ini Poin Perdamaian Komika Acho dan Apartemen Green Pramuka

August 18, 2017

PT Solid Gold Berjangka | Jakarta - Komika Mukhadly MT alias Acho dan Pengelola Apartemen Green Pramuka membuat kesepakatan Perdamaian. Beberapa poin telah dihasilkan kedua belah pihak.

"Dalam salah satu poin perdamaian ini dijanjikan mereka akan perbaiki layanannya, mereka akan lakukan follow up untuk itu," ujar Acho di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2017)
Selain layanan, sengketa soal surat kepemilikan juga akan terus didesak. Meski, Acho menyadari soal surat-surat prosesnya tidak serta merta selesai dalam sekejap.

Polemik Acho dan Pengelola Apartemen Green Pramuka sempat merembet ke ranah hukum. Keluhan Acho di media sosial yang menjadi viral menjadi pangkalnya.

Pengelola Apartemen melaporkan Acho ke polisi. Untungnya, kasus yang sudah sampai pelimpahan tahap kedua di Kejaksaan ini berujung damai.

Pengelola Apartemen Green Pramuka menarik laporannya. Jalan damai kedua belah pihak diyakini Acho sebagai kepercayaan penghuni kepada pengelola.

"Saling damai ini jadi saling percaya aja, yang penting mereka bersedia dan beritikad baik. Tinggal kita tunggu saja," tutup dia.

 

Baca juga Artikel – artikel keren dan terupdate kami lainnya di :
Blogspot.com : PT Solid Gold Berjangka
Wordpress.com : PT Solid Gold Berjangka
Weebly.com : PT Solid Gold Berjangka
Blogdetik.com : PT Solid Gold Berjangka
Stirikingly.com : PT Solid Gold Berjangka
jigsy.com : PT Solid Gold Berjangka
Wixsite.com : PT Solid Gold Berjangka
Spruz.com : PT Solid Gold Berjangka

 

(Zmrn – PT Solid Gold Berjangka)

PT Solid Gold Berjangka | Posisi Duduk Saat BAB yang Salah Berisiko 3 Masalah Ini

August 16, 2017

PT Solid Gold Berjangka | Jakarta Posisi buang air besar (BAB) yang salah rupanya dapat mengakibatkan beragam masalah kesehatan yang tidak diketahui, mulai dari konstipasi atau sembelit hingga kanker kolon.

Lantas bagaimana posisi BAB yang paling tepat?
Melansir laman Bright Side, posisi BAB yang tepat adalah berjongkok. Meski tidak semua orang bisa melakukannya, Anda bisa menyiasati dengan cara menaruh bangku dingklik tepat di kaki. Posisi ini akan mempermudah terbukanya jalur usus besar, sehingga feses mudah keluar.

Seperti dikutip laman Wellness Mama, Selasa (15/8/2017) berikut risiko kesehatan yang mungkin terjadi bila posisi BAB tidak tepat.

1. Konstipasi

Posisi BAB yang tidak tepat dapat menyebabkan individu mengalami konstipasi atau sembelit. Kondisi ini dapat menyebabkan sulit buang air besar atau BAB yang tidak teratur, tidak benar-benar tuntas, atau bahkan tidak bisa sama sekali.

Pada kasus yang serius, konstipasi dapat membuat feses kering dan keras sehingga semakin sulit untuk dikeluarkan.

2. Wasir

Menekan atau memaksa feses keluar secara terus menerus diikuti dengan posisi duduk saat BAB yang tidak tepat, dapat mengakibatkan wasir. Kondisi ini dapat menimbulkan varises dubur meradang dan membengkak karena dorongan secara berlebihan.

3. Kanker kolon

Sebagian besar kasus kanker usus besar diawali dengan pembentukan gumpalan-gumpalan sel berukuran kecil yang disebut polip adenoma.

Namun, banyak penelitian menunjukkan adanya penumpukan feses di usus besar karena kebiasaan menahan BAB, bisa menjadi penyebab dari kanker usus besar.

 

Baca juga Artikel – artikel keren dan terupdate kami lainnya di :

Blogspot.com : PT Solid Gold Berjangka
Wordpress.com : PT Solid Gold Berjangka
Blogdetik.com : PT Solid Gold Berjangka
Strikingly.com : PT Solid Gold Berjangka
Wixsite.com : PT Solid Gold Berjangka
Weebly.com : PT Solid Gold Berjangka
Jigsy.com : PT Solid Gold Berjangka
Spruz.com : PT Solid Gold Berjangka

 


(Zmrn - PT Solid Gold Berjangka)

Solid Gold | Orangtua Bocah Sasa Bisa Dipidana Bila Lalai Rawat Pitbull

August 10, 2017

Solid Gold | Malang - Pengusutan kasus bocah digigit anjing pitbull di Malang, Jawa Timur, terus bergulir. Penyidik Polres Malang Kota bakal melanjutkan proses hukum jika ada unsur kelalaian dalam insiden yang menewaskan bocah berusia delapan tahun tersebut.

Sejauh ini, kepolisian tetap menunggu hasil penelitian tim dokter hewan terhadap kondisi anjing pitbull tersebut. Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan mengatakan, penelitian oleh Laboratorium Kesehatan Hewan ke anjing pitbull itu butuh waktu 14 hari sampai ada hasilnya.

"Tunggu hasil uji contoh darah sekaligus pengamatan perilakunya oleh tim dokter hewan. Itu untuk menentukan langkah berikutnya," ucap Hoiruddin di Malang, Rabu (9/8/2017).

Kepolisian sudah memeriksa nenek dan dua orangtua bocah digigit pitbull tersebut, namun sejauh ini belum ditemukan unsur pidana. Pengamatan perilaku sekaligus uji darah anjing pitbull akan memastikan kondisi hewan. Jika terbukti anjing ditelantarkan, tak menutup kemungkinan peristiwa itu bakal dilanjutkan ke proses hukum.
"Kami memaklumi ini musibah, tentu tak ada orangtua yang menginginkan peristiwa itu. Tapi, hasil pemeriksaan ke hewan akan jadi pertimbangan," ujar Hoiruddin.

Unsur kelalaian dalam perawatan hewan hingga menyebabkan tewasnya seseorang bisa menyebabkan pemilik anjing dipidanakan. Pembuktian kondisi hewan inilah yang sedang ditunggu oleh kepolisian.

"Kalau anjing terbukti telantar, itu ada kelalaian orangtua, maka bisa masuk unsur pidana dan kasus dilanjutkan ke proses hukum," Hoiruddin menegaskan.

Bocah Sasa digigit anjing pitbull hingga tewas di rumahnya, Jalan Candi Penataran 10, Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu, 6 Agustus 2017, sekitar pukul 15.00 WIB. Korban yang masih duduk di kelas 2 sekolah dasar itu mengalami luka parah pada leher dan wajah.

Anjing pitbull itu kini dikarantina di tempat penitipan hewan Jalan Irian Jaya Kota Malang. Pada Selasa, 8 Agustus 2017, tim dokter hewan juga mengambil sampel darah anjing ras besar itu

 

Baca juga Artikel – artikel keren dan terupdate kami lainnya di :

Weebly.com : PT Solid Gold Berjangka
Blogspot.com : Solid Gold
Worpress.com : Solid Gold Berjangka
Blogdetik.com : Solid Gold
Strikingly.com : PT Solid Gold Berjangka
Wixsite.com : PT Solid Gold Berjangka
Jigsy.com : Solid Gold Berjangka
Spruz.com : PT Solid Gold Berjangka

Israel Ancang-ancang Tutup Al Jazeera dan Melarang Wartawannya

August 7, 2017


 PT Solid Gold Berjangka | Israel berancang-ancang untuk menutup kantor berita Qatar, Al Jazeera, yang beroperasi di negara tersebut. Wartawan media itu juga akan dilarang berada di Israel.

Langkah persiapan penutupan Al Jazeera diumumkan Menteri Komunikasi Israel Ayoub Kara dalam konferensi pers semalam. Pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berdalih, media tersebut memberikan dukungan terorisme.

“Kami akan menetapkan langkah-langkah untuk menggambarkan perang kita melawan terorisme, tentang Islam radikal dan solidaritas kita dengan dunia Arab yang waras,” kata Kara, seperti dikutip Jerusalem Online, Senin (7/8/2017).

Belum jelas kapan penutupan kantor media yang juga dimusuhi Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya itu, dilakukan. Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain telah mengajukan belasan tuntutan terhadap Qatar setelah memutuskan hubungan diplomatik. Belasan tuntutan sebagai syarat diakhirinya blokade terhadap Doha itu, salah satunya tuntutan untuk menutup media Qatar tersebut.

”Kami telah mendasarkan keputusan kami untuk beralih ke negara-negara Arab Sunni untuk menutup kantor Al Jazeera dan melarang pekerjaan mereka,” kata Kara. Dia menambahkan, saluran tersebut digunakan oleh kelompok-kelompok penghasut kekerasan.

Kara berharap Knesset (parlemen Israel) untuk mempertimbangkan permintaan pemerintah itu dalam sesi yang akan datang.

”Saya akan melalui mekanisme legislasi untuk menciptakan wewenang dimana saya dapat bertindak dengan bebas, kami akan berusaha untuk mengakhirinya secepat mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, jaringan media yang berbasis di Doha mengecam tindakan dari sebuah negara yang mengklaim sebagai ”satu-satunya negara paling demokratis di Timur Tengah”.

”Al Jazeera menekankan akan mengamati perkembangan yang mungkin terjadi dari keputusan Israel, dan akan mengambil tindakan hukum yang diperlukan untuk melakukannya,” bunyi pernyataan kantor media tersebut.

Media ini membantah tuduhan bahwa liputan tentang kerusuhan di Masjid Al-Aqsa tidak profesional. ”Al Jazeera akan terus meliput kejadian-kejadian wilayah Palestina yang diduduki secara profesional dan akurat, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh badan-badan internasional, seperti Kantor Komunikasi Inggris (Ofcom).”

 

PT Solid Gold Berjangka

 PT Solid Gold

PT Solidgold

 Solid Gold Berjangka

Solid Gold

SGB

PT Solid

PT Solidgold Berjangka

 

Ancaman Militer Meningkat di Semenanjung Korea, Korut Salahkan AS

August 4, 2017

 


PT Solid Gold Berjangka |  Korea Utara (Korut) mengecam Amerika Serikat karena meningkatnya ancaman militer. Begitu laporan kantor berita pusat Korut mengutip pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri.

"Pejabat militer AS dan Korea Selatan (Korsel) secara terbuka menyatakan bahwa mereka akan memusatkan aset strategis terakhirnya di sekitar semenanjung Korea dengan manifestasi eksplisit dari niatnya untuk melakukan serangan bersenjata ke Korut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (4/8/2017).

Menurut juru bica tersebut petualangan militer yang dilakukan oleh AS termasuk melakukan latihan peluncuran rudal bersama dengan Korsel dan menargetkan Korut.

Ia menambahkan bahwa ancaman militer AS termasuk mengirim dua pembom strategis B-1B ke udara di atas semenanjung Korea untuk melakukan latihan pengeboman udara selama 10 jam. Ia juga menunjuk simulasi pencegatan rudal balistik Korut dan penyebaran peluncur THAAD tambahan di Korsel.

"Uji coba kedua rudal balistik antar benua Hwasong-14 oleh Korut, yang dilakukan pada 28 Juli dimaksudkan untuk mengirim peringatan keras kepada AS. Sayangnya, AS masih berpikir bahwa gertakan militernya akan berhasil," kata juru bicara tersebut.

"Setiap bentuk ancaman militer atau pemerasan oleh AS tidak akan pernah menakut-nakuti Korut dan, sebaliknya, hanya akan melipatgandakan tekad tentara Korea dan orang-orang untuk memusnahkan musuh," kata juru bicara tersebut. 

 

 

Solid Gold Berjangka


PT Solidgold Berjangka
Solid Gold
PT Solid Gold Berjangka
Solidgold
PT Solidgold
PT Solid
PT Solid Gold

 

 

UE Tidak Akan Akui Hasil Pemilu Venezuela

August 1, 2017

 

Solid Gold Berjangka - Uni Eropa (UE) mengutuk apa yang disebut sebagai penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh tentara di Venezuela. UE lalu mengatakan, mereka tidak mungkin untuk mengakui hasil pemilu di Venezuela yang berlangsung kemarin.

Kemarin menjadi salah satu hari paling mematikan sejak demonstrasi besar-besaran dimulai pada awal April di Venezuela, dan para pemilih secara luas memboikot sebuah pemilihan untuk badan super konstitusional yang dicari oleh Presiden sayap kiri Nicolas Maduro. Setidaknya 14 orang tewas dalam bentrokan kemarin.

"Kami tidak akan mengakui pemilihan ini. Sangat jelas bahwa rezim saat ini berpegang teguh pada kekuasaan. Keinginan rakyat adalah mengubah rezim. Perlu untuk adanya pemilu yang sebenarnya sekarang," kata kepala Parlemen Eropa, Antonio Tajani, seperti dilansir Reuters pada Senin (31/7).

Komisi eksekutif UE itu juga mengatakan bahwa pihaknya memiliki "keraguan serius" tentang apakah akan mengakui hasil dari pemilu, yang banyak ditolak oleh warga Venezuela itu.

"UE mengutuk penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tidak proporsional oleh pasukan keamanan. Venezuela memiliki institusi yang terpilih secara demokratis dan sah yang perannya bekerja sama dan menemukan solusi yang dinegosiasikan untuk krisis saat ini. Majelis Konstituante, yang dipilih dalam keadaan ragu-ragu dan sering kali penuh kekerasan tidak dapat menjadi bagian dari solusi," ungkapnya.

Namun, dia tidak menyebutkan apakah UE sedang mempertimbangkan untuk menerapkan lebih banyak sanksi terhadap Venezuela, seperti yang dipertimbangkan oleh Amerika Serika (AS).

Sebelumnya, AS berjanji untuk mengambil tindakan keras dan kuat terhadap “arsitek otoritarianisme” di Venezuela setelah negara itu menggelar pemilu untuk Majelis Konstituante yang kontroversial. Pemilu itu dianggap jalan bagi Presiden Nicholas Maduro menjadi diktator.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley melalui Twitter mengutuk pemilu Majelis Konstituante Venezuela.”Pemilu pura-pura Maduro adalah langkah lain menuju kediktatoran,” tulis Haley.

PT Solidgold Berjangka


Solid Gold Berjangka

Solid Gold


PT Solid Gold

PT Solid Gold Berjangka

Solidgold

PT Solidgold

PT Solid

 

 

Solid Gold | 3 Manfaat Rutin Membaca Selama Beberapa menit

August 1, 2017

Solid Gold | Jakarta Membaca merupakan salah satu cara untuk memperkaya wawasan. Selain itu, melalui membaca kita membuat otak beraktivitas sehingga semakin berkembang.

Namun ternyata masih banyak manfaat yang didapat dari membaca. Berikut ini beberapa manfaat lainnya bagi orang yang rutin membaca selama beberapa menit setiap harinya, mengutip laman Prevention, Selasa (1/8/2017).
1. Membaca cerita fiksi membantu kita lebih memahami orang lain

"Jika Anda membaca buku mengenai genetik, Anda akan belajar mengenai gen. Namun jika Anda membaca fiksi, Anda dapat mempelajari orang lain dan dirimu sendiri," ucap Keith Oatley, PhD, professor emeritus psikologi kognitif di University of Toronto, novelis dan penulis Such Stuff as Dreams: The Psychology of Fiction.

2. Buku memberikan kegembiraan

Penelitian sebelumnya mengatakan, pengalaman hidup memberikan kebahagiaan lebih dibandingkan materi.

Namun menurut laman Prevention, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Journal of Comsumer Psychology menunjukkan, produk yang berisi kisah pengalaman hidup, seperti buku juga dapat memberikan kebahagiaan penuh.

3. Membaca menghilangkan stres

Peneliti dari Universitas Sussex mengungkapkan, membaca menghilangkan stres lebih baik dibandingkan mendengarkan musik atau menikmati teh yang hanya mampu menghilangkan stres sebanyak 68 persen.

 

Baca juga Artikel - artikel keren dan terupdate kami lainnya di :
    Blogspot.com : PT Solid Gold Berjangka
    Wordpress.com : Solid Gold
    Weebly.com : Solid Gold
    Blogdetik.com : Solid Gold Berjangka
    Strikingly.com : Solid Gold
    Wixsite.com : PT Solid Gold Berjangka
    Spruz.com : Solid Gold Berjangka
    Jigsy.com : PT Solid Gold Berjangka

Solid Gold | Benarkah Bunuh Diri Bisa Menular?

July 25, 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Chester Bennington, vokalis Linkin Park meninggal dunia pada Kamis (20/7/2017) di usianya ke-41.

Bennington memilih mengakhiri hidupnya dgn menggantung diri di kediamannya di Palos Verdes Estates, California.

Peristiwa ini mungkin mengingatkan masyarakat Indonesia dgn Pahinggar Indrawan yg menjerat dirinya sendiri & menyiarkannya secara langsung melalui akun Facebook pada bulan Maret 2017 lalu.

Pada saat itu, timbul kekhawatiran bila aksi Pahinggar dapat menulari orang lain untuk bunuh diri.

Namun, benarkah demikian?

Psikolog klinis & forensik Kasandra Putranto mengatakan, definisi menular tidaklah tepat digunakan untuk peristiwa bunuh diri.

Menular, lanjut dia, lebih tepat dipakai untuk perpindahan virus penyebab penyakit dari satu manusia ke manusia lainnya.

“Bunuh diri itu bukan menular. Orang sering bilang bunuh diri menular, tapi itu tidak cocok."

"Tepatnya, membuat orang lain memiliki ide yg sama,” kata Kasandra.

Kasandra menuturkan, bunuh diri terkait dgn depresi.

Selain itu, bunuh diri jg ditenggarai dgn kondisi genetis yg dibawa dari kedua orang tua & lingkungan sosial.

“Orang-orang depresi itu diduga ada kaitannya dgn rendahnya dopamin, adrenalin, & ketidakseimbangan serotonin."

"Lalu, ada jg kadar zinc dlm darah yg rendah,” ucap Kasandra.

Menurut Kasandra, indikasi depresi terjadi saat seseorang lebih memilih menyendiri & tidak melakukan apapun.

Termasuk tidak ingin bertemu dgn orang lain hingga tidak ingin makan.

Pada tahap ini, seseorang merasa tidak bahagia & perasaan menjadi seseorang yg sia-sia membekas di dlm otak hingga suatu rangsangan dari luar dapat mencetuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Rangsangan itu bisa datang dlm beragam bentuk spt film, musik, & berita.

Untuk berita kematian Bennington misalnya, Kasandra menganjurkan kepada pasiennya untuk tidak terlalu banyak menonton televisi atau membaca berita terkait hal itu.

“Film, lagu, berita, itu harus hati-hati karena itu sangat memberikan ide bagi orang yg sedang bersedih."

"Kalau didengarkan terus oleh orang yg sedang sedih, (lagu itu) malah bisa jadi pemicu,” ujar Kasandra.

Dia pun mengakui bahwa ada salah satu pasiennya yg membaca berita kematian Bennington kemudian menjadi terngiang & terinspirasi, hingga sempar terpikir untuk bunuh diri.

"Saya sarankan jangan banyak baca, jadi lebih baik mengerjakan hal-hal lain. Jangan buka Facebook jg,” lanjut Kasandra.

Baca juga Artikel - artikel menarik kami lainnya di :

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

 

Solid Gold | Kapan Bangsa Tionghoa Masuk ke Indonesia?

July 21, 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Indonesia memiliki ragam etnis.

Menurut sensus Badan Pusat Statistik pada 2010, ada 1.340 suku di tanah air.

Namun pada saat Pemerintahan Kolonial Belanda, dulu di Indonesia dibedakan berdasarkan tiga etnis besar yakni, bangsa Belanda, pribumi & etnis Tionghoa.

Pada zaman Belanda, tidak hanya kaum pribumi saja yg tertindas, tetapi jg orang Tionghoa.

Hingga kini, etnis Tionghoa masih hidup berdampingan dgn penduduk lokal Indonesia.

Lantas sejak kapan etnis Tionghoa datang ke Nusantara?

Seorang pemerhati budaya Tionghoa, Hendra Lukito menceritakan kedatangan leluhur orang Tionghoa ke Indonesia, berimigrasi secara bergelombang sejak ribuan tahun lalu.

Catatan-catatan kuno di Tiongkok menyebut, kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara telah berhubungan erat dgn dinasti-dinasti yg berkuasa di Tiongkok.

Faktor tersebut kemudian menyuburkan perdagangan & lalu lintas barang perdagangan dari Tiongkok ke Nusantara, jg sebaliknya.

Diperkirakan hal itu terjadi sekitar abad ke-3 Masehi.

Menurut Hendro, awal mula kedatangan etnis Tionghoa ke Indonesia berawal pada masa Kejayaan kerajaan Tarumanegara & kerajaan Kutai di pedalaman Kalimantan, atau Kabupaten Kutai.

Daerah tersebut kaya dgn hasil tambang emas.

Orang Tiongkok dibutuhkan sbg pandai perhiasan (emas).

Karena kebutuhan akan pandai emas semakin meningkat, maka didatangkan pekerja dari Tiongkok, di samping itu ikut dlm kelompok tersebut adalah para pekerja pembuat bangunan & para pedagang.

Mereka bermukim menyebar mulai dari Kabupaten Kutai, Sanggau Pontianak & daerah sekitarnya.

Hendra Lukito menjelaskan pula, gelombang kedua kedatangan Etnis Cina (Tionghoa) ke Nusantara terjadi pada masa Kerajaan Singasari di daerah Malaka, Jawa Timur sekarang.

Kedatangan mereka di bawah armada tentara laut Kubilai Khan atau jg sering disebut sbg Jenghis Khan dlm rangka ekspansi wilayah kekuasaannya.

Namun utusan yg pertama ini tidaklah langsung menetap.

Raja Singasari yg berkuasa menolak kehadiran utusan itu.

Pada Ekspedisi yg kedua tentara laut Kubilai Khan ke tanah Jawa, dgn tujuan membalas perlakuan Raja Singasari terhadap utusan mereka terdahulu.

Namun mereka sudah tidak menjumpai lagi kerajaan tersebut, & akhirnya mendarat di sebuah pantai yg mereka beri nama Loa sam (sekarang Lasem).

Sebagai armada mereka menyusuri pantai & mendarat di suatu tempat yg bernama Sam Toa Lang yg kemudian menjadi Semarang.

Masyarakat etnis China ini kemudian mendirikan sebuah tempat ibadat (kelenteng) yg masih dapat dilihat sampai masa sekarang.

Beberapa peninggalan zaman dahulu--baik di Indonesia maupun di negeri Cina--menyebut tentang kedatangan etnis Tionghoa ke Nusantara ini.

Pada prasasti-prasasti dari Jawa, orang Tiongkok disebut-sebut sbg warga asing yg menetap, di samping nama-nama sukubangsa dari Nusantara, daratan Asia Tenggara & anak benua India.

Sementara itu, berdasarkan cerita dlm Dinasti Han, pemerintahan Kaisar Wang Ming, mengenal Nusantara dgn sebutan Huang Tse.

Waktu perjalanan yg dibutuhkan pulang pergi Nusantara & Tiongkok adalah satu tahun.

Karena perjalanan yg sangat lama itu, sehingga tidak sedikit orang Tionghoa memilih menetap sementara di Nusantara, bahkan ada yg menetap selamanya.

Pendeta Buddha bernama Fa Hian (Fa Hsien) yg berasal dari Tiongkok, melakukan perjalanan ke India pada 319 sampai 414 Masehi.

Saat perjalanan pulang, dia sempat singgah di Jawa selama lima bulan.

Bersasarkan catatan yg dibuatnya, saat itu belum ada orang Tionghoa yg menetap di Jawa.

Baca juga Artikel - artikel menarik kami lainnya di :

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

 

View older posts »

Search

Archive

Comments

There are currently no blog comments.