Menu

PT Solid Gold Berjangka | Pusat

Perusahaan Pialang Terbesar

Jeratan Hukum Bagi Pelaku Bullying | PT SOLID GOLD BERJANGKA

PT Solid Gold Berjangka - Pemerintah negara bagian New South Wales (Australia) berencana memperberat sanksi hukum maksimal bagi pelaku bullying & pembuat keonaran di dunia maya dr 3 tahun menjadi 5 tahun penjara. Perubahan ini bertujuan utk mengatasi tren yg muncul dr pelanggar yg mengancam & melecehkan korban secara online melalui media sosial.

Mereka yg mengintai atau mengintimidasi menggunakan teknologi modern akan menghadapi hukuman maksimal lima tahun penjara di bawah undang-undang yg akan diperkenalkan bulan ini. Undang-undang Nasional Australia yg berlaku saat ini memiliki ancaman sanksi hukum maksimal tiga tahun penjara atas pelanggaran tersebut.

Jaksa Agung NSW Mark Speakman mengatakan perubahan itu akan membuat aturan hukum yg baru menjadi benar-benar jelas bahwa penguntitan & intimidasi drng tdk akan bisa dilakukan di NSW". "Teknologi modern membutuhkan hukum modern," katanya. "Ini bukan tentang melindungi perasaan orang yg terluka, ini tentang melindungi orang dr konsekuensi psikologis & tragis yg berpotensi merusak."

Undang-undang ini akan berlaku bagi mereka yg mengirimkan email yg kasar, mengunggah pesan yg mengancam atau menyakitkan, gambar atau video online, atau berulang kali mengirim pesan yg tdk diinginkan. Mereka juga akan memberikan dasar bagi korban cyberbullying utk mengajukan Perintah Penangkapan Kekerasan, kata Mark Speakman.

Solid Gold

Undang-undang itu juga akan berlaku utk penjahat remaja, tetapi Mark Speakman mengatakan penahanan akan berlaku hanya dlm keadaan paling ekstrim. Kepala Polisi NWS Komisaris Mick Fuller setuju dgn usulan ini. "Kami tdk akan mendatangi ruang kelas & menangkapi orang-orang yg sedang bermain jungkat jungkit di taman bermain tentu saja," katanya, sambil menambahkan bahwa batas pidana masih perlu diterapkan.

Komisaris Fuller mengatakan perubahan itu akan memberi para korban lebih banyak kepercayaan utk mengadukan kondisi yg dialaminya dgn bukti konkrit. "Semoga ketentuan baru yg lebih kuat ini bisa lebih memotivasi ... bahwa para korban akan menyimpan sebanyak mungkin bukti yg mereka dapat di komputer & telepon mereka & mereka dapat merasa percaya diri datang ke kantor polisi sekarang mengetahui ada undang-undang utk mendukung mereka, polisi ada di sana utk mendukung mereka."
Cyberbullying 'tak bisa dihindr'

Perubahan Undang-undang itu diajukan menyusul kematian seorang anak perempuan berusia 14 tahun, Amy "Dolly" Everett yg tewas bunuh diri pada bulan Januari lalu setelah ia menjadi sasaran bullying di internet tanpa henti. Setelah kematian Dolly, keluarga Everett meluncurkan kampanye di media sosial utk meningkatkan kesadaran akan bullying & pelecehan di Internet.

Orangtuanya, Tick & Kate Everett mengatakan mereka berharap dapat berbicara dgn pemerintah tentang amandemen yg diusulkan & ingin masalah ini ditanggapi serius. "Tidak ada yg harus disalahgunakan atau merasa tdk aman saat menggunakan internet," kata orang tua Dolly dlm sebuah pernyataan.

"Kita perlu mendidik semua orang tentang betapa pentingnya memperlakukan satu sama lain dgn hormat. "Hukum tentang rasa hormat dapat berdampak jika mereka adalah bagian dr pendidikan, standar, & perubahan perilaku masyarakat yg lebih luas." Direktur Kekerasan dlm rumah tangga NSW, Moo Baulch menyambut baik perubahan tersebut & mengatakan hampir 98 persen keluarga & korban kekerasan dlm rumah tangga telah mengalami penganiayaan online.

"Ini adalah kejahatan yg menghancurkan & itu juga sesuatu ... yg mengikuti orang ke rumah mereka," kata Baulch. "Itu bisa terasa hampir tak terhindarkan ketika kamu dikuntit, di-bully & dilecehkan secara online."

(Ad -- Solid Gold Berjangka)

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.